Tanggal 30 April kemarin, tanpa terasa sudah genap dua tahun umurmu, Pangeran kecil. Meski hanya ada ucapan dari beberapa orang, tanpa pesta, tanpa perayaan, bahkan tanpa buceng tironan, bukan berarti aku tidak menyayangimu. Aku sendiri pun tak pernah merayakan ulang tahun, jadi perayaan ulang tahun memang bukan tradisiku. Meski begitu momen ini bisa kita manfaatkan untuk mengkaji apa yang telah kita lakukan pada waktu yang lalu, untuk membuat perbaikan di masa yang akan datang. Sekarang ini kau semakin kritis, banyak bertanya, banyak meminta, sering nge'les' dan banyak bercerita. Tetapi semua itu justru membuatku bahagia. Aku senang kamu bercerita meski kalimat belum begitu sempurna. Maafkan aku selalu tertawa ketika kamu mengatakan hal-hal yang di mataku terlihat konyol, padahal kamu merasa sudah mengatakan suatu kebenaran, contohnya; * Waktu habis magrib, cuaca dingin, aku mencari sesuatu di dalam kulkas, kamu ikut melongok dan melihat tumpukan es batu. Kamu: Bun, mi...