Buat warga Jabodetabek, naik commuter line atau KRL tentu sudah tidak asing lagi. Karena moda transportasi satu ini sekarang cukup menjadi favorit masyarakat. Di samping bebas macet, juga murah meriah, dan armada tersedia cukup banyak, sehingga jarak antara kereta satu dengan yang lainnya berdekatan, kira-kira hanya 10 menitan. Andai punya jempol 10, saya pengin mengacungkan semua ke PT KAI, karena berkat kerja kerasnya, commuter line sekarang bisa diandalkan. Bayangkan saja, dari yang penumpang gelap berjubel hingga naik-naik ke atap, sekarang jadi begitu tertibnya bertiket, tentu usaha PT KAI tak semudah membalikkan telapak tangan. Nah, sekarang saya mau cerita tentang drama naik KRL kami, warga Timur-Tengah ini (Jawa Timur dan Jawa Tengah).
Comments
Post a Comment