Posts

Simponi Hujan di Tahun 90-an

Image
Tanaman Uwi            Aku tinggal di sebuah dukuh kecil di tengah sawah, jauh dari keramaian dan pusat hiburan. Hujan adalah hiburan. Aku sangat senang dengan hujan. Kami biasa main kejar-kejaran di bawah derasnya curahan air dari langit, perosotan di tanah becek, atau sekadar menari-nari di halaman. Jika tak sempat bersentuhan, maka aku sering menikmatinya di serambi belakang rumah sambil makan jagung rebus dan menggoda ayam-ayam yang sedang ikut berteduh memakai biji jagung rebusku dengan main dok neng ceret topeng.         Hujan adalah kehidupan. Hujan memberi kami cadangan air bening dengan mudah dengan hanya menampungnya di teras rumah. Biasanya kami harus mengangkutnya dari sungai. Halaman belakang yang musim kemarau lalu kosong, sekarang sudah penuh dengan pucuk-pucuk uwi,  gembili, suweg, lengkuas, jahe, kunyit, temulawak juga puyang.         Hujan memunculkan laron-laron dari sarangnya, ...

Gotong-Royong dalam Pernikahanku

Image
       Di berbagai kebudayaan, pernikahan merupakan salah satu upacara adat yang penting, sehingga kebanyakan diselenggarakan dengan aneka upacara yang meriah, banyak makanan dan mengundang banyak orang. Karena menjadi perhelatan yang cukup besar, maka tentu tak bisa hanya mengandalkan tenaga pihak keluarga saja untuk menangani berbagai keperluan acara. Di sinilah peranan gotong-royong diperlukan, yaitu bekerja sama membantu kegiatan upacara pernikahan, istilahnya di desaku. adalah rewangan (perbantuan). Di desa gotong royong ini masih eksis, karena biasanya penduduk satu desa saling kenal dengan baik jadi tak segan-segan untuk meminta tolong. Beda dengan di kota yang tak saling kenal, penduduk berasal dari berbagai wilayah, dan pekerjaan yang menyita waktu menyebabkan gotong-royong susah untuk dilakukan. Sehingga kini banyak menyerahkan urusan pernikahan kepada EO.

Bagaimana Cara Makan Mundu?

Image
   Beberapa waktu yang lalu, aku ke pasar diantar ay. Ketika melewati kios-kios kelontong, tiba-tiba aku dicolek ay "itu buah apa ya?" tanyanya sambil nunjuk ke dagangan simbah tua. Kulihat ada buah berwarna kuning, pasti itu yang dimaksud. "Kayaknya itu mundu deh, kamu mau nyobain?" kataku. Akhirnya belilah buah kuning itu tiga ribu rupiah, dapat banyak, 10 butir lebih. Kiranya si ay tak sabar mencicipi buah yang baru kali ini diliatnya, ketika kutinggal belanja, eh dia njedodot di depan sebuah toko yang tutup, dan mencicipi itu buah. Begitu aku menyusulnya dan melihat dia makan aku langsung nimbrung,, minta bagianku. Tanpa pikir panjang kugigit langsung..dan aww aww aww...aku meringis..asem bener saudara-saudara. Jadi inget tadi memang simbah bakulnya pesan makannya kalau udah empuk buahnya. Mundhu     Aku dulu udah pernah nyicipin kayaknya, tapi sudah lupa rasanya. Pas aku kecil ada satu pohon di samping rumah, tapi jarang berbuah. Sekilas seperti jeruk ya...

Evolusi Penamaan Anak dalam Masyarakat Jawa di Kampungku

Image
        Salah satu blogger bikin giveaway tentang nama yang berkesan. Nah aku jadi ingat punya draft tentang evolusi penamaan anak khususnya dalam masyarakat Jawa. Hihihi sok-sok an bikin penelitian, well, meskipun sampelnya acak adut, tapi setidaknya bisa memberi sedikit gambaran tentang perkembangan nama dalam masyarakat Jawa. Nanti kalau jaman antah berantah tulisan ini masih ada, bisa buat pengingat ooo nama orang dulu kayak begini-begini thoh. Tulisan ini dulu terinspirasi ketika aku menyadari bahwa nama anak-anak kecil kebanyakan sudah berbau "luar"

Batitaku 27 Bulan

Di umurnya yang ke 27 bulan ini, perkembangan yang paling nampak adalah bahasanya. Dia sudah makin bisa berkomunikasi dua arah. Jadi sudah bisa diajak ngobrol, meski yaaa, kadang ga nyambung, xixixi. Contoh bisa diajak ngomong adalah: Suatu kali habis berenang dia makan permen mil**kuat, #lhoh.., tiba-tiba saja permennya jatuh, lalu kutanyai. Ken: ( nyolek aku dan ngasih lihat permennya yang jatuh) Bunda: "Lho permen e kok isa ceblok ki dik Ken ngingeti apa?" Ken : Ngingeti wong-wong kae lho, (kebetulan emang sore itu kolam renangnya ramai, banyak orang berlalu lalang).

Ken's moments

Kadang-kadang dengan polosnya si bocil bisa bikin aku gemes dan ketawa ngakak. Sekarang sudah bisa ngeyel atau ngerjain biyung e ini. Contohnya, habis sahur aku tidur-tiduran nemenin dia yang kebangun dan minta minum susu. Tidur-tiduran ternyata bikin aku liyer-liyer lagi. Tapi aku langsung terbangun kaget ketika merasa ada yang mengusik bibirku, ternyata eh ternyata... Si Ken lagi berusaha memasukkan dot nya yang sudah habis isinya ke mulutku. Hiihi ni anak emang suka ga rela kalau liat aku tidur. Seringnya juga kalau aku ketiduran dia bakal nyayang-nyayang pipiku biar aku bangun....

Batitaku 26 Bulan

Image
Niatnya mau nulis perkembangan Ken tiap bulannya, tapi ternyata belum bisaaahh. Ya sudah, ini dirapel cerita bulan ke 25 dan 26. Ada peristiwa apa aja? Biar kuingat-ingat dulu..hoho Sangat pintar berargumen. Aku agak terkaget-kaget campur geli juga kalau nemuin peristiwa seperti berikut ini. Kejadiannya sudah beberapa kali tetapi dalam situasi yang berbeda. Intinya, kalau dibilangin udah lihai cari alasan. Waktu itu aku lagi masak di dapur,  Si bocil Ken ikut sibuk juga main di dapur. Dia ikut-ikutan ambil air dalam wadah, tapi tanpa kusangka disiramkannya ke lantai dapur. Aku bilang "Lho dik Ken, jangan, ntar jadi licin, kalau kepeleset sakit lho". Eh dia jawab sambil praktekin jalan di lantai yang menggenang air itu "Engga bun, lho ga kepeleset". Alamaaak aku jadi speechles deh.